Pahami Penggunaan Klakson Agar Tidak Bertengkar di Jalan Raya

thegreenblog.net – Siapa yang gak emosi coba kalau kita tiba-tiba diklakson orang. Mending kalau klaksonnya sekali, Kalau klaksonnya sering dan sekali bunyi panjang banget bisa-bisa darah naik ke kepala.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Bandung, Bunyi klakson memicu ulah seorang pria melakukan pemukulan terhadap pemobil perempuan. Suara klakson yang seharusnya menjadi sarana untuk membantu ketertiban antar sesama pengendara di jalan raya, Malah menjadi bumerang.

Lalu, Bagaimana sich aturan mengenai klakson itu?

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur bahwa setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Syarat laik jalan ditentukan oleh kinerja kendaraan bermotor yang bisa diukur, salah satunya adalah suara klakson. Aturan ini dimuat dalam pasal 48.

Aturan lebih rinci soal klakson ada di Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Klakson harus bisa mengeluarkan bunyi.

“Klakson sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 huruf D harus mengeluarkan bunyi dan dapat digunakan tanpa mengganggu konsentrasi pengemudi,” demikian bunyi pasal 39.

Suara klakson diatur di Pasal 69. Suara klakson paling rendah 83 desibel (dB) dan paling tinggi 118 desibel (dB).

Nah sekarang jelas khan Bro, Kalau klakson standard pabrik TGB jamin pasti di range antara 83 desibel (dB) sampai dengan 118 desibel (dB).

Nah buat yang klaksonnya udah dimodif, Coba cek sekarang, Sudah memenuhi persyaratan diatas belum? Kalau belum, Mendingan ganti dengan yang sesuai aturan yakni dibawah 118 desibel (dB) supaya tidak berkelahi di jalan raya.

Semoga bermanfaat.

Top Posts:

This entry was posted in Edukasi and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Pahami Penggunaan Klakson Agar Tidak Bertengkar di Jalan Raya

  1. Pingback: AHM Gelar Kompetisi Teknik Sepeda Motor Honda | The Green Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published.