Kenapa Memilih Rantai? Berikut Kelebihan dan Kekurangan Belt dan Shaft Drive

Kenapa Memilih Rantai? Berikut Kelebihan dan Kekurangan Belt dan Shaft Drive

Selamat pagi mas bro dan mbak sis..

Tenaga yang dihasilkan mesin akan diteruskan ke roda belakang agar sepeda motor dapat melaju, ada tiga sistem penggerak yang digunakan. Walaupun mungkin rantai dan belt lebih lazim didengar, namun ada satu lagi penggerak yang jarang terdengar untuk sepeda motor, melainkan lebih dikenal di kalangan pengendara roda empat, yaitu shaft drive alias gardan.

Lanjut, nama shaft drive ini kurang dikenal untuk kalangan pengendara sepeda motor. Untuk itulah artikel kali ini TGB ingin membahas dan berbagi bersama mas bro dan mbak sis.

Melalui KompasOtomotif, Technical Service Division Astra Honda Motor (AHM), Bapak Sriyono mencoba untuk menjelaskan perbedaan dan keunggulan antara rantai, belt dan shaft drive.

“Saya akan coba menjelaskan secara umum saja, yang juga rata-rata sudah dialami oleh para biker,”

Rantai

Mendengar nama rantai, komponen yang satu ini tentunya sudah dikenal baik di pengguna motor bebek dan sport. Dibanding belt dan shaft, rantai memiliki kemampuan lebih baik untuk mengurangi power loss (hilangnya tenaga) dari mesin sampai ke roda. Menurut Pak Sriyono, power loss rantai ada di angkat 5-10%.

“Meski begitu, kekurangan rantai adalah harus sering dirawat dan dibersihkan, tentu agar tidak cepat rusak dan terus awet. Posisinya yang ada di luar juga membuatnya cepat kotor,”

Kekurangan rantai adalah lebih merepotkan karena harus rajin dalam merawat dan membersihkan, rutinitas proses mengencangkan dan pelumasan merupakan hal wajib yang harus diketahui serta dijalankan pemilik sepeda motor. Namun rutinitas ini juga tergantung kondisi cuaca, gaya berkendara pengendaranya dan jarak tempuh dari sepeda motor itu sendiri.

Belt

Dalam rentan waktu beberapa tahun terakhir, nama komponen belt ini sudah cukup dikenal keberadaannya. Hal ini disebabkan karena larisnya sepeda motor jenis scooter automatic (skutik) di tanah air. Dan tentunya ini dikarenakan belt merupakan pengerak yang digunakan pada kendaran roda dua yang sangat laris di Indonesia.

Belt sendiri diklaim lebih minim dan perawatannya tidak harus sesering rantai, namum dalam sekali perawatan biasanya akan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Karena harus dibawa ke bengkel untuk membersihkan ruang CVT, dan bila harus dilakukan pergantian spare part, daftar belanja pun tidak sedikit.

“Dibanding dengan rantai, power loss belt cukup besar, berada di angka 20 persen. Bukan hanya digunakan pada mesin kecil, belt juga sudah sering ditemukan pada sepeda motor sport atau cruiser berkubikasi besar,”

Lalu kenapa skuter matik tidak menggunakan rantai? Opini TGB karena mengusung sistem transmisi automatic, power yang dikeluarkan dapat tersalurkan lebih halus dibandingkan rantai. Bisa dibayangkan bagaimana hentakan yang tersalurkan akibat kelebihan tenaga apabila pengendara memutar selongsong gas terlalu dalam? Tanpa adanya gear rasio atau tingkat percepatan, semua power akan langsung tersalurkan tanpa batasan, mungkin gejala wheelie dan spin akan banyak ditemui bila skutik menggunakan penggerak rantai. Bisa saja skutik menggunakan rantai, tapi sepertinya tingkat kenyamanan akan berbeda dengan skutik yang menggunakan belt.

Kenapa Memilih Rantai? Berikut Kelebihan dan Kekurangan Belt dan Shaft Drive

Kenapa ada motor tipe cruiser yang menggunakan belt? Hampir mirip dengan skutik, output power yang dihasilkan sepeda motor tipe cruiser jangan dianggap sepele. Muntahan torsi dari sepeda motor tipe cruiser yang menganut konfigurasi mesin twin cylinders dan kapasitas ruang bakar yang besar, diharapkan mampu disalurkan dengan lebih halus ke roda belakang, sehingga lebih nyaman digunakan pengendaranya. Tapi sepertinya bila dibandingkan dengan skutik, selain kenyamanan, ada estetika eksklusif dari motor cruiser yang dipertahankan oleh pabrikan dengan memilih menggunakan belt.

Shaft Drive

Sepeda motor dengan penggerak shaft, mungkin jarang sekali terlihat di jalan, dibanding rantai dan belt. Shaft sendiri memang lebih banyak digunakan untuk sepeda motor berkubikasi besar, ini agar power besar dapat tersalurkan dengan lebih halus dibandingkan menggunakan rantai.

“Dibanding ketiganya, shaft punya power loss yang sangat tinggi, bisa mencapai 30 persen. Komponen ini kerap digunakan untuk sepeda motor bekubikasi besar. Di antara ketiganya tentu memiliki kelebihan dan kekurangan msing-masing, dan penggunaannya tentu sudah dipertimbangkan matang-matang,”

Namun penggunaan shaft drive harus dibayar mahal dengan hilangnya tenaga sebesar 30%, otomatis hal ini berdampak sangat besar terhadap konsumsi bahan bakar. Kalau sudah tahu lebih boros, kenapa tidak menggunakan belt atau rantai?

Kenapa Memilih Rantai? Berikut Kelebihan dan Kekurangan Belt dan Shaft Drive

Hampir mirip dengan belt, kelebihan penggunaan shaft pada sepeda motor adalah selain rasa nyaman, estetika dan eksklusivitas sepeda motor jadi pertimbangan yang kuat untuk digunakan di sepeda motor. Beda halnya bila di kendaraan roda empat, kekuatan sistem penggerak shaft drive dapat diandalkan untuk mendorong lajunya mobil. Sama seperti mobil, shaft drive ini dapat lebih diandalkan saat digunakan untuk gerak transmisi maju ataupun transmisi mundur.

Opini TGB, sistem shaft drive ini lebih tepat digunakan untuk sepeda motor yang dilengkapi dengan transmisi mundur. Ini biasanya ada di sepeda motor roda tiga komersial dan moge yang susah untuk didorong mundur karena bobotnya yang berat. Pernahkah mas bro dan mbak sis coba dorong mundur Honda Goldwing sambil duduk menggunakan kaki?

Kenapa Memilih Rantai? Berikut Kelebihan dan Kekurangan Belt dan Shaft Drive

Jadi dapat ditarik kesimpulan kenapa motor lebih banyak menggunakan rantai karena :

  • Tenaga yang dihasilkan mesin lebih maksimal tersalurkan ke roda belakang.
  • Efisiensi bahan bakar jadi lebih maksimal alias lebih irit.
  • Biaya produksi dan jumlah spare part yang lebih sedikit dibandingkan banyaknya suku cadang yang digunakan belt atau shaft.

Sekian dulu informasi dan opini dari TGB sebagai pemerhati yang hobi sepeda motor roda dua. Masih mengutip dari pernyataan Bapak Sriyono, setiap pabrikan mempunyai pandangan dan dengan perhitungan matang untuk menentukan sistem penerus tenaga mesin ke roda yang manakah yang akan digunakan untuk setiap produknya.

Semoga berguna, gunakan dan rawatlah sepeda motor mas bro dan mbak sis dengan sebaik-baiknya.

Pantau terus The Green Blog 🙂

Top Posts:

Advertisements
This entry was posted in Edukasi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Kenapa Memilih Rantai? Berikut Kelebihan dan Kekurangan Belt dan Shaft Drive

  1. Pingback: The Green Blog » 3 Detik Yang Bisa Bikin Pompa Bensin Motor Injeksi Awet Hingga 5 Tahun

  2. Pingback: The Green Blog » Program AHASS Ramadhan Surprise, Apresiasi Honda Untuk Konsumen di Kepri

  3. Pingback: The Green Blog » 10 Besar Pabrikan Yang Sering Melakukan Recall Dalam Satu Dekade Ini

  4. Pingback: The Green Blog » First Impression All New Honda Supra GTR150 : Harga & Simulasi Kredit Wilayah Batam

  5. Pingback: The Green Blog » Bila Juara Minggu Ini Adalah Kemenangan Ke-10 Rossi Di Assen

  6. jarumpoker says:

    makasih gan infonya dan semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published.