Pernyataan Menhub Dan Pengamat Transportasi Terkait Larangan Sepeda Motor Oleh Pemprov DKI Jakarta

Pernyataan Menhub Dan Pengamat Transportasi Terkait Larangan Sepeda Motor Oleh Pemprov DKI Jakarta

Selamat siang mas bro dan mbak sis..

Jumlah sepeda motor roda dua yang semakin banyak, diyakini menjadipenyebab kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman dan Senayan. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberlakukan pelarangan untuk sepeda motor roda dua melintas di dua daerah tersebut. Larangan ini mulai diberlakukan pada tanggal 1 Mei 2016 nanti. Sepeda motor roda dua dilarang untuk melintasi kawasan Sudirman dan Senayan mulai pukul 05.00 hingga 23.00 WIB.

Dilansir dari arsip news.Okezone, berikut tanggapan Bapak Ignasius Jonan yang menjabat sebagai Menteri Perhubungan (Menhub) dan komentar pengamat transportasi, Ofyar Z Tamim. Dan tidak lupa redaksi sertakan rute atau jalur untuk mas bro dan mbak sis yang ingin menuju Sudirman dan Senayan Jakarta.

Tanggapan Menteri Perhubungan

Pernyataan Menhub Dan Pengamat Transportasi Terkait Larangan Sepeda Motor Oleh Pemprov DKI Jakarta

Menhub Ignasius Jonan engatakan bahwa untuk urusan transportasi jarak, keputusan peraturan tersebut sepenuhnya ada di tangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Kalau transportasi jarak, misalnya di DKI, itu kewenangannya di gubernur, bukan di saya. Semua kalau transportasi darat ini kalau dalam kota kewenangan wali kota atau bupati, khusus DKI Jakarta karena ini kotanya jadi satu kan ada lima provinsi itu kewenangannya di pak gubernur bukan di saya. Jadi pengaturan dalam kota kalau di DKI itu adalah kewenangan pak gubernur,”

Dan untuk alasan dan pertimbangan keputusan tersebut, mestinya bisa ditanyakan dan dapat dijelaskan langsung oleh Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta.

“Jadi mesti ditanyakan pak gubernur pertimbangannya apa gitu,”

Tanggapan Pengamat Transportasi

Pernyataan Menhub Dan Pengamat Transportasi Terkait Larangan Sepeda Motor Oleh Pemprov DKI Jakarta

Pengamat transportasi, Ofyar Z Tamim memberikan pernyataan atas aturan larangan sepeda motor melintas di Jalan Jenderal Sudirman dan Senayan Jakarta. Beliau tidak setuju karena menurutnya jumlah kendaraan roda empat juga tidak kalah banyak jumlahnya dibanding sepeda motor roda dua. Dan beliau juga mengingatkan untuk menyamakan hak sebagai sesama pengguna jalan.

“Saya sih enggak setuju. Mobil juga banyak, kenapa motor yang dinomor duakan? Apa bedanya? Dia kan punya hak untuk jalan,”

Beliau menambahkan kemacetan yang disebabkan oleh sepeda motor roda dua hanya terjadi pada saat hujan sedang turun dengan derasnya. Di saat hujan mereka berteduh di bawah fly over sehingga membuat jalur yang seharusnya bisa digunakan untuk melintas menjadi sempit.

“Masalah yang saya tangkap itu pada saat hujan. Kalau pada saat hujan di sana (Sudirman dan Senayan) kan banyak fly over. Nah, dia tuh nunggu di bawah fly over tadi dan itu menyebabkan kemacetan. Kalau seperti itu salah besar sepeda motor. Mereka menghadang jalan dan jalur terhambat,”

Pendapat beliau, tidak ada masalahnya jika sepeda motor roda dua hanya melintas di jalur lambat seperti yang saat ini diterapkan. Dan beliau pun turut menghimbau dengan bijak kepada semua pengendara sepeda motor roda dua, agar jangan lagi dituding sebagai penyebab utama kemacetan dengan berteduh dibawah fly over saat hujan.

“Kalau dia berjalan di jalur lambat sih ya sebenarnya enggak apa apa. Asalkan pengendara motor mengerti kalau sedang hujan tidak berteduh di bawah fly over. Pembelajaran itu sih perlu diberi tahu kepada mereka,”

Itulah tanggapan bijak dari Bapak Menhub Ignasius Jonan dan Ofyar Z Tamim sebagai pengamat transportasi.
Lalu, jalur manakah nanti yang harus mas bro dan mbak sis tempuh bila peraturan ini mulai diberlakukan? Mari kita simak petikan dari news.Okezone berikut ini :

Jalur ke senayan

Sepeda motor dari arah Manggarai, lurus terus melewati lampu merah terowongan Dukuh Atas, hingga lampu merah Stasiun Pal Merah lalu belok kiri melewati TVRI dan putar balik di bawah jalan layang samping JCC.

Sepeda Motor dari Pasar Baru, melewati Jalan Petojo sampai perempatan lampu merah RS Tarakan lalu belok kiri, kemudian lurus terus menaiki fly over, sekaligus melewati underpass Tanah Abang hingga lampu merah Stasiun Karet, lalu belok ke kiri dan lurus terus sampai ke arah lampu merah Stasiun Pal Merah lalu belok kiri melewati TVRI dan putar balik di bawah jalan layang samping JCC.

Sepeda Motor dari arah Cawang, lurus melewati Jalan Jenderal Gatot Subroto lalu belok kiri setelah Gedung JCC.

Dari arah Grogol, lurus melewati Jalan Jenderal Gatot Subroto, lalu naik ke lingkaran fly over yang berada setelah Gedung BPK RI.

Dari arah Blok M, lurus sampai lampu merah Patung Bunderan Senayan, belok kiri lalu putar balik di Jalan Hang Leukir dan melewati Binus University dan Senayan City Mall.

Jalur ke Sudirman

Dari arah Manggarai, lurus sampai ketemu lampu merah pertigaan Banjir Kanal Barat dan Gedung Landmark Tower, lalu belok ke kiri melewati jalur Four Season’s Hotel lalu belok kanan melewati Kantor Kelurahan Karet Setia Budi dan SMA Negeri 3 Jakarta, jika ingin ke arah Gedung Indofood Tower dan Chase Plaza.

Dari SMA Negeri 3 Jakarta melewati jalur kampung Karet Setiabudi jika ingin ke Gedung Sona Topas, Mayapada Tower dan HSBC Tower – Permata Bank Tower.

Jika ingin ke gedung-gedung yang berada di deretan Benhil dan Hotel Sahid, melewati Jalan KH. Mas Mansyur dan Kuburan Karet.

Dari arah Blok M, melewati Jalan Senopati. Dari arah Pasar Baru, melewati jalur ke arah RS Tarakan, belok kiri melewati Tanah Abang dan Kuburan Karet, dan dari arah Cawang, lurus terus dan masuk ke SCBD, samping Polda Metro Jaya

Semoga bisa berguna dan pantau terus

The Green Blog 🙂

Top Posts:

This entry was posted in Transportasi and tagged , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Pernyataan Menhub Dan Pengamat Transportasi Terkait Larangan Sepeda Motor Oleh Pemprov DKI Jakarta

  1. wjs says:

    lama lama entar motor dilarang masuk jakarta

  2. Pingback: The Green Blog » Rossi Kecewa Kepada Lorenzo Saat Balapan Di Jerez

  3. Pingback: The Green Blog » First Impression New Honda CBR 150R Saat Acara Launching Di Batam

  4. Pingback: The Green Blog » Diskusi Singkat Dengan Bapak Puji Advianto

  5. Pingback: The Green Blog » Komunitas Yamaha R15 Menghadiri Acara Launching New Honda CBR 150R Di Batam

  6. warga negara says:

    Harus nya pake stiker….
    jadi motor yg tdk boleh melintas kesana bebas pajak.
    ngak perlu study banding ke negara lain dan ijazah s2 luar negri…untuk mecahin masalah ini
    yang jelas fasilitas angkutan umum masal kita yg bobrok.
    siapa yang bertanggung jawab.

    PERSATUAN WARGA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Leave a Reply

Your email address will not be published.