Pasca Keputusan Lorenzo Pindah Ke Ducati

Pasca Keputusan Lorenzo Pindah Ke Ducati

Selamat siang mas bro dan mbak sis..

Jorge Lorenzo yang telah bekerjasama dengan Yamaha selama delapan tahun di MotoGP telah menyumbangkan sebanyak tiga titel juara dunia untuk Yamaha sejak naik kelas MotoGP. Karena Lorenzo memang belum pernah pindah atau merasakan motor pabrikan lain. Tiga kali juara dunia membuat Lorenzo menjadi salah satu pembalap yang disegani sekaligus diincar oleh pabrikan lain.

Yang menarik di musim 2016 ini, Valentino Rossi yang menjadi rekan satu tim Lorenzo di Yamaha Movistar telah memperpanjang kontraknya dengan Yamaha. Tidak tanggung, Rossi langsung menerima tawaran kontrak kerjasama bersama Yamaha untuk dua musim, 2017 dan 2018. Mungkin berita ini sudah diketahui penggemar MotoGP di seluruh dunia, namun seberapa banyak yang bertanya? Atau seberapa banyak yang bingung? Atau seberapa banyak yang sedikit merasa aneh?

Begini mas bro dan mbak sis, siklus kontrak kerjasama pembalap Yamaha ini agak berbeda dari biasanya. Biasanya kontrak kerjasama pembalap baru akan diumumkan pada awal pertengahan musim. Ini bukanlah kebiasaan yang tanpa alasan, karena pada awal musim dimulai setiap pabrikan akan fokus pengembangan motornya daripada memikirkan perpanjangan kontrak pembalapnya.

Lalu kenapa Yamaha merubah kebiasaan tersebut dan membuat kepastian siklus pembalapnya di awal musim, apakah Yamaha telah mempunyai kecurigaan terhadap Lorenzo akan meninggalkan Yamaha dan pindah ke Ducati?

Untuk pertanyaan satu ini, anggap saja hanya opini dan hanya tim MotoGP Yamaha Movistar yang tahu internal mereka. Namun mari kita analisa apa saja keuntungan Yamaha Movistar dengan diambilnya kepastian keputusan kontrak kerjasama Lorenzo di awal musim.

MotoGP musim 2016 yang baru berjalan sebanyak tiga seri dari total 18 seri yang dijadwalkan, masih menyisakan 15 seri tersisa. Yamaha mempunyai waktu yang panjang untuk mengembangkan motor serta mencari calon pembalap pengganti dari kursi kosong yang ditinggalkan Lorenzo.

Kini Yamaha Movistar bisa fokus untuk pengembangan motor mereka, tentunya Lorenzo akan membalap tanpa beban di tim Yamaha. Sepertinya beban terberat akan ada pada Rossi, pembuktian dirinya pada musim 2016 bisa menentukan pilihan Yamaha pada musim berikutnya. Apabila Rossi bisa membuktikan diri dan motornya sebagai tim yang kuat, akan menarik perhatian dan sebagai jaminan untuk pembalap lain yang ingin bergabung di tim Yamaha Movistar. Dengan membuka tawaran bukan hanya untuk satu pembalap, tentunya akan menguntungkan dengan memilih yang terbaik dari yang terbaik.

Semoga Yamaha bisa melihat cara kerja tim Honda Repsol, komposisi pembalapnya sangat ideal. Mereka seperti mengambil filosofi Yin dan Yang. Dalam artian seperti ini, jangan mencampurkan api dengan api, tapi air jadi unsur penting untuk menetralisir api. Pembalap utama mereka selalu bersikap agresif di lintasan, lihat saja bagaimana dari Nicky Hayden, Andrea Dovisiozo, Casey Stoner sewaktu membela tim Honda Repsol dengan gaya agresifnya. Hingga kini ada Marc Marquez yang mereka andalkan, sosok Dani Pedrosa menuai pujian dan jadi kesayangan tim Honda Repsol. Walaupun Pedrosa belum pernah menjadi juara dunia dari awal naik ke kelas MotoGP hingga sekarang bernaung di tim tersebut. Namun, jangan remehkan juara dunia kelas 250 ini, saat Stoner pindah ke Honda dan menjadi juara dunia bersama Honda, Stoner pernah memuji hasil pengembangan dan settingan motor dari sosok Pedrosa. Bukan hanya kalem di lintasan, diluar lintasan pembalap Spanyol berbadan mungil ini dikenal sebagai sosok pembalap yang pendiam. Bahkan sekaliber Valentino Rossi yang selalu bersifat kritis diluar lintasan pun jarang mengomentari Pedrosa.

Bagaimana performa Rossi dan Lorenzo di 15 seri yang tersisa?

Apakah tim MotoGP Yamaha Movistar akan menerapkan strategi seperti Honda Repsol untuk mencari sosok pembalap pengganti Lorenzo?

Pantau terus The Green Blog 🙂

Top Posts:

This entry was posted in MotoGP and tagged , , . Bookmark the permalink.