Apa Sich Keuntungan Menjadi Tuan Rumah MotoGP?

Empat Fakta Menarik Tentang MotoGP yang Tidak Banyak Orang Tahu

Selamat siang Mas bro dan Mbak sis…

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa rencananya Indonesia akan menjadi tuan rumah pagelaran MotoGP di tahun 2017.

Progress mengenai event tersebut terkesan maju mundur antara jadi atau tidak. Bahkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani meminta Kementerian Pemuda dan Olahraga mengkaji lebih ulang terkait status Indonesia sebagai tuan rumah MotoGP 2017.

“Arahan Bu Puan, status Indonesia sebagai tuan rumah MotoGP dikaji ulang urgensinya. Kemenpora ditugasi untuk membuat kajian lebih komprehensif,” ujar Kepala Komunikasi Publik Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, saat dihubungi Tempo, Jumat, 29 Januari 2016.

Jika kita melihatnya dalam jangka pendek mungkin Ibu Puan ada benarnya. Tapi jika kita melihat dalam jangka menengah atau panjang jelas saja Ibu Puan salah. Kerena, menurut advisor Sirkuit Sentul, Irawan Sucahyono, benefit yang bisa diambil dari menghajat MotoGP sangat besar dan memiliki dampak jangka (menengah dan) panjang.

“Antara lain dari branding atau promosi negara penyelenggara, seperti untuk pariwisata, mendatangkan calon investor, dan lain-lain. Secara garis besar, dengan menjadi tuan rumah event sebesar MotoGP, maka negara penyelenggara akan mendapat ruang expossure internasional yang sangat besar. Walaupun penyelenggaraan balapan di sebuah negara hanya satu kali dalam satu tahun, tapi MotoGP itu sendiri berlangsung selama sembilan bulan. Artinya, ekspos kepada setiap tuan rumah pun akan kontinyu sepanjang musim,” tutur Irawan dalam perbincangan dengan detiksport.

“Biayanya memang tidak kecil. Tapi jangan dilihat jangka pendeknya. Itu sebabnya kontrak dengan Dorna biasanya minimal tiga tahun. Sebab, si tuan rumah tidak menargetkan balik modal di tahun pertama, tapi secara bertahap di tahun kedua, ketiga, dan seterusnya,” lanjut Irawan.

“Katakanlah, membenahi sirkuit dan fasilitas penunjang lain memang menghabiskan biaya besar. Tapi ingat, pembenahan itu dilakukan hanya satu kali. Kalau si tuan rumah punya kontrak empat tahun, misalnya, berarti biaya itu ‘kan hanya keluar di tahun pertama. Di tahun-tahun berikutnya istilahnya tinggal pakai saja,” papar Irawan.

Lalu, apa benefit untuk si tuan rumah MotoGP?

Berikut ini hal-hal yang termaktub dalam “company profile” MotoGP musim 2015 dari Dorna Sport, yang diperoleh detiksport dari pengelola Sirkuit Sentul:

  • Disebutkan bahwa MotoGP merupakan sebuah alat untuk mencapai pasar global internasional, karena digelar oleh belasan negara dari empat benua, sebanyak 18 kali (seri), berlangsung selama sembilan bulan.
  • MotoGP adalah brand tertinggi untuk sebuah motor sport, sebuah kunci global, gaya hidup (life style), serta sport dan entertainment, serta merupakan tontonan olahraga yang “menggetarkan”, penuh aksi, dan seru. Kata kunci dari nilai dan esesi MotoGP adalah technology, dynamism, passion, youth, innovation, dan speed.
  • Sebagai sebuah tontotan yang akan menjadi “mata dan telinga” ke dunia internasional, setiap seri MotoGP menggunakan lebih dari 100 kamera, dengan jumlah kru 150 orang, mulai dari badan sepeda motor, paddock, sampai yang dibawa dengan helikopter, untuk memastikan peliputan (coverage) yang paling komprehensif dan konsisten.
  • Di musim 2015, program internasional MotoGP didistribusikan ke 65 stasiun televisi di seluruh dunia – Trans 7 adalah satu-satunya dari Indonesia. Penayangan program-program itu berdurasi total 17.123 jam, dan 59% di antaranya bersifat siaran langsung (live).
  • Terkait penyiaran, Dorna mencatat, siaran MotoGP diterima di 207 negara, dengan jumlah audiens mencapai 291 juta (hanya yang menonton di rumah). Profil audiens siaran MotoGP adalah 70% berusia di bawah 35 tahun, dan rata-rata mereka sudah mengikuti MotoGP selama 11 tahun.

Coverage media

  • Dorna mencatat, gelaran MotoGP 2014 mengeluarkan akreditasi kepada 8.316 perwakilan media (pers) di seluruh dunia, dengan rata-rata 469 jurnalis per seri grand prix, baik media cetak, TV, radio, online, dan juru kamera/foto.
  • Di musim 2014, total penonton MotoGP sepanjang musim berjumlah 2.473.624. Artinya, per hari balapan, penonton yang mendatangi sirkuit rata-rata 137.423 orang.
  • Benefit lain ditawarkan sebuah MotoGP kepada tuan rumah adalah kekuatan kampanye mereka lewat saluran-saluran media lain, seperti website, twitter, Facebook, Instagram, dan channel Youtube.

Situs motogp.com, misalnya, di musim 2014 dikunjungi lebih dari 92 juta visitor, meraih 10 juta unique visitor, tersaji dalam 7 bahasa, memiliki lebih dari satu juta pengguna yang teregistrasi, dan 152 juta pageview. Sedangkan dari akun Youtube mereka, total video views yang diraih adalah lebih dari 310 juta.

Nah jadi jelas khan… jangan bilang gak ada keuntungannya… Jelas ada keuntungannya tapi dalam jangka panjang…

This entry was posted in MotoGP and tagged . Bookmark the permalink.

4 Responses to Apa Sich Keuntungan Menjadi Tuan Rumah MotoGP?

  1. Pingback: The Green Blog » Tahukah Anda Kalau Polisi Tidak Berhak Tilang Motor yang Pajak Kendaraannya Mati?

  2. Anak Rant0 says:

    Keuntungan dlm bentuk duit utk per serinya brp ya?!?

  3. Pingback: The Green Blog » Biaya Perawatan Berkala Kawasaki Ninja 150 L Tahun 2013 Setelah 3 Tahun Pemakaian

  4. Pingback: The Green Blog » 19 Tahun Kiprah Mabua Harley Davidson

Leave a Reply

Your email address will not be published.