Mobil Tetangga Menutupi Rumah Orang Lain

wpid-28_beritagar-infografik-mobil-menghalangi-tetangga_l.png

Kemarin salah satu kawan saya yaitu Bro Febry share informasi melalui account FB nya mengenai mobil tetangga yang menutupi rumah orang lain. TGB rasa banyak sekali yang menemui hal serupa terutama yang tinggal di komplek perumahan di kota-kota besar di Indonesia. Dimana seorang keluarga memiliki kendaraan lebih dari satu tetapi space garasinya terbatas. Jadi berhamburanlah mobilnya sampai keluar-luar.

Agar kita mengerti peraturannya dan juga melek hukum. Mari kita simak pertanyaan dari seseorang dan jawaban dari seorang ahli hukum yaitu Letezia Tobing, S.H. yang TGB kutip dari www.hukumonline.com. Jadi kita tahu bagaimana harus bersikap jika kita menghadapi permasalahan di atas.

Pertanyaan:

Jika Dirugikan Tetangga yang Memarkir Mobilnya di Depan Rumah

Saya tinggal di salah satu perumahan tua di Jakarta. Di depan rumah saya tinggal pejabat pemerintah yang punya 3 mobil, sedang garasinya cuma muat 1 mobil, jadi 2 mobilnya parkir di depan rumahnya. Karena lebar jalan umumnya cuma muat buat 2 mobil, jadi saya setiap mau masuk keluar mobil dari garasi rumah harus minta dia pindahin mobil. Kadang saya mesti panggil sampai berulang ulang kali baru mau dipindahin. Kalau saya mau keluar masuk di jam-jam subuh atau pagi keluarga ini belum bangun, saya bisa tunggu 1 jam baru bisa keluar atau masukkan mobil ke garasi rumah. Ini membuat saya merasa sangat tidak nyaman. Saya sudah omongkan secara kekeluargaan minta jangan parkir di depan rumah, tapi malah dia yang lebih galak karena dia pejabat pemerintah sedang saya cuma rakyat biasa. Lewat RT juga tidak ada hasil. Jadi, apa ada cara buat dia bisa tidak parkir di depan rumahnya lagi? Apa ada jalur hukum untuk melarang dia parkir di depan rumah? Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

Jawaban:

lt506bc9aa28ce7

Sebelumnya, kami perlu sampaikan bahwa di dalam konstitusi kita yakni dalam Pasal 27 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945 ditegaskan bahwa segala warga negara bersamaan kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya. Jadi, Anda dan tetangga Anda yang pejabat pemerintah itu kedudukannya sama di dalam hukum, dan karenanya wajib saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing.

Mengenai jalan besar terkait rumah diatur dalam Pasal 671 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (“KUHPer”) yang mengatakan bahwa:

“Jalan setapak, lorong atau jalan besar milik bersama dan beberapa tetangga, yang digunakan untuk jalan keluar bersama, tidak boleh dipindahkan, dirusak atau dipakai untuk keperluan lain dari tujuan yang telah ditetapkan, kecuali dengan izin semua yang berkepentingan.”

Oleh karena itu, sudah menjadi hak Anda untuk mempergunakan jalan di depan rumah Anda dan apabila tetangga Anda ingin mempergunakan jalan tersebut untuk memarkir mobil-mobilnya yang memungkinkan membuat tetangga di sekitarnya tidak nyaman, seharusnya tetangga Anda meminta izin tetangga di sekitarnya.

Atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh perbuatan tetangga Anda, apabila cara kekeluargaan tidak berhasil, Anda dapat menggugat tetangga Anda secara perdata untuk meminta ganti kerugian atas dasar perbuatan melawan hukum, sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPer, yang berbunyi:

“Tiap perbuatan yang melanggar hukum dan membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang yang menimbulkan kerugian itu karena kesalahannya untuk menggantikan kerugian tersebut.”

Dalam artikel Merasa Dirugikan Tetangga yang Menyetel Musik Keras-keras dijelaskan antara lain bahwa Mariam Darus Badrulzaman dalam bukunya “KUH Perdata Buku III Hukum Perikatan Dengan Penjelasan”, seperti dikutip Rosa Agustina dalam buku “Perbuatan Melawan Hukum” (hal. 36) menjabarkan unsur-unsur perbuatan melawan hukum dalam Pasal 1365 KUHPer sebagai berikut:

  • Harus ada perbuatan (positif maupun negatif);
  • Perbuatan itu harus melawan hukum;
  • Ada kerugian;
  • Ada hubungan sebab akibat antara perbuatan melawan hukum itu dengan kerugian;
  • Ada kesalahan.

Yang termasuk ke dalam perbuatan melawan hukum itu sendiri adalah perbuatan-perbuatan yang:

  1. Bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku;
  2. Melanggar hak subjektif orang lain;
  3. Melanggar kaidah tata susila;
  4. Bertentangan dengan azas kepatutan ketelitian serta sikap hati-hati yang seharusnya dimiliki seseorang dalam pergaulan dengan sesama warga masyarakat atau terhadap harta benda orang lain.

Dalam hal ini, tetangga Anda melanggar hak subjektif Anda sebagai pemilik rumah untuk dapat keluar dengan rumah dengan nyaman dan kapanpun Anda inginkan tanpa ada gangguan. Selain itu, tetangga Anda juga melanggar azas-azas kepatutan yang terdapat di masyarakat. Karena pada dasarnya dalam kehidupan bertetangga sudah menjadi hal yang lazim bahwa tidak boleh melakukan suatu perbuatan yang dapat merugikan tetangganya. Dalam hal ini, Anda merasa dirugikan dari segi waktu Anda yang terbuang karena harus menunggu tetangga Anda memindahkan mobil. Lebih lanjut mengenai hak subjektif seseorang, Anda dapat membaca dalam artikel Cerobong Asap, Hak dan Lingkungan.

Untuk dapat digugat dengan perbuatan melawan hukum, perbuatan tetangga Anda harus memenuhi unsur-unsur perbuatan hukum di atas. Anda juga harus membuktikan adanya kerugian yang Anda derita akibat perbuatan tetangga Anda tersebut. Misalnya, Anda menjadi terlambat ke suatu tempat dan hal tersebut menimbulkan kerugian bagi Anda.

Sebagaimana diuraikan dalam artikel Bermasalah dengan Tetangga karena Tembok Batas Pekarangan, Rosa Agustina dalam buku “Perbuatan Melawan Hukum” (hal. 53) mengutip pendapat Mr. C. Assers’s L.E.H Rutten, menyatakan bahwa “schade” dalam Pasal 1365 KUHPer adalah kerugian yang timbul karena perbuatan melawan hukum. Rosa menjelaskan bahwa tiap perbuatan melawan hukum tidak hanya mengakibatkan kerugian uang saja, tapi juga dapat menyebabkan kerugian moril atau idiil, yakni ketakutan, terkejut, sakit dan kehilangan kesenangan hidup. Sebagaimana dalam putusan Hoge Raad tanggal 21 Maret 1943 dalam perkara W.P. Keruningen v. van Bessum cs. telah mempertimbangkan sebagai berikut (hal. 55):

“Dalam menilai kerugian yang dimaksudkan oleh pasal 1371 KUH Perdata harus juga dipertimbangkan kerugian yang bersifat idiil, sehingga Hakim adalah bebas untuk menentukan penggantian untuk kesedihan dan kesenangan hidup, yang sesungguhnya dapat diharapkan dinikmatinya (gederfdelevensvreugde)”.

Demikian jawaban dari kami, semoga bermanfaat.

Dasar Hukum:

1.    Undang-Undang Dasar Negara RI Tahun 1945

2.    Kitab Undang-Undang Hukum Perdata

Top Posts:

This entry was posted in Hukum and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

212 Responses to Mobil Tetangga Menutupi Rumah Orang Lain

  1. peysblog says:

    Banyak yg nasibnya sama kalo di perumahan… untung sya tinggal di gunung paling jg ada yg parkir dpn rumah tanpa ijin,,, untuk kemaslahatan bersama sih gapapa, cuma sygnya pandangan ke luar lewat jendela jadi terhalang. Ditegur juga gak enak, dibiarkan malah terbiasa. serba slh, masa harus dibawa ke ranah hukum???

    • dilema ya om… kalau saya biasanya saya ajak ngomong dulu… alhamdulillah berhasil…

    • mikhail johanes says:

      Ya iyalah boss. Klo ga jadi makin seenaknya. Sekali2 harus dikasi pelajaran, biar jangan dia kira mentang2 pejabat or beduit bisa seenak jidat. Negara ini makin hancur karena orang2 begini & pihak yang dirugikan bodoh ga mau lapor ke pihak berwajib.

  2. wow :Dhttp://cicakkreatip.com/2014/08/10/belain-r25-ibu-ibu-rumah-tangga-rela-mengantri-ber-jam-jam-untuk-bisa-beli-yamah-r25-istimewa-d/

  3. rizkyrm says:

    kalau menurut saya sih tergantung ya om, banyak juga di komplek saya yang begitu, tapi untungnya masih berotak, jadi parkir sebisa mungkin gak ganggu yang lain, baik untuk belok, ataupun keluar rumah.

  4. fncounter says:

    Ada kalanya kita menuntut lebih… begitu juga dengan permasalahan di rukun tetangga. Kenali karakter tetangga tersebut… pertama teguran dengan halus, yg mengerti pasti tahu arti tenggang rasa antar sesama. Kedua, sampiakan pada rt/rw untuk menyelesaikan konflik ini, ketiga jika kedua cara g bisa tak perlu menggugat mengingat asas kekeluargaan harus tetap dijunjung…. ikhlaskan untuk mendapat berkah ridho yg kuasa… sesekali parkir motor ditempat yg biasa ditempati mobil tetangga.. syukur2 kalo kita ada mobil juga…

  5. wongserut says:

    Naah ini nih masalah kalo ke kota-kota 😀

  6. Urusan hukum ribet.
    Hancurkan saja spion, wiper dan bannya.

  7. Adi says:

    Pejabat model seperti itu ! Yang model begini perlu di revolusi mentalnya (baca: pecat dengan sangat tidak hormat dan dipublikaskan!)
    Laporkan saja ke media TV, biar diliput. Sekalian investigasi beli 3 mobil duit dari mana tuh. Bikin malu ‘Pejabat RI.’ saja. Model gitu kok bisa jadi pejabat ya…..?

    Kelakuan di rumah pasti gak jauh beda dengan di kantor pemerintahannya.
    Kita aja dulu setiap awal masuk sekolah, ditatar P4, bla bla bla,,,,,,
    Model gini ditatar apanya….. ? jangan2 ngak tamat SD lagi ….

    Pejabat + tetangga model gini – tinggal di laut aja !

  8. Pingback: Ervin Sanjaya

  9. Asep says:

    Nah ini yg seling terjadi di komplek :D. Karakter org jg beda2, ada yg klo diomongin ngerti dan bisa nerima, tapi ada juga yg malah lebih galak, padahal mereka yg salah 😀

    • benar sekali om…. itulah tujuan tulisan ini dibuat… jadi kalau memang dibicarakan sudah selesai bagus… tapi kalau masih enggak juga dan mau dilanjutkan ke hal yang lebih serius juga bisa karena landasan hukumnya ada…

  10. ayuindriyana says:

    si om tinggal gantian parkir di depan rumah, tempat dia biasa parkir. Bilang agar cari tempat lain, besok mo pergi subuh.

  11. nah ini dia, persis kasus di kampung saya….jalan di kampung saya klo malam mirip kantong parkir, penduduk yg rumahnya masuk gg sempit sudah tahu rumahnya di dalam gg sempit masih juga nekat beli mobil, mendingan uangnya dia tabung dan rumahnya dia jual buat beli rumah yg akses jalannya lebar dulu baru mikirin beli mobil.
    karena kami tinggal di jogja, daerah dgn karakter warganya lemah-lembut jadi kami merasa sangat tidak enak kalo menegurnya…

  12. Jeffry B. Anggara says:

    besok2 coba sewa mobil pickUp pengangkut pasir yang udah bopel2..besok subuh’nya serempet aja itu mobil pejabat…tapi jangan banyak2 cukup tergores sebagian aja…cuma buat peringatan…klo komplain..bilang aja, salah sendiri parkir dipinggir jalan…resiko ditangggung sendiri…

  13. wkwkwk serem banget… salah2 kita yang dilaporkan balik hehehe

  14. mia says:

    pejabat yang suka parkir seenaknya tanpa mengindahkan kepentingan umum biasanya pejabat yang suka korupsi… lihat aja hak tetangga aja di korupsi tuh……

  15. Daniel says:

    Bisa dijadikan sample untuk diajukan peraturan, “NO GARAGE NO CAR..!!” 1 mobil 1 garasi, 2 mobil 2 garasi, kalo garasi tidak mencukupi silahkan parkir berbayar, mau di lahan khusus parkir kek, gedung parkir kek, dll.

  16. septiayudhinugraha says:

    Reblogged this on Sakcara Marga.

  17. Amost says:

    mending pake KUHP pasal 310 ayat 1 jadi sampai sidang bisa di ringankan pake KHUPer jadi pihak yang bersalah tidak bisa lepas dari hukum

  18. riska restiana evasari says:

    Sy tinggal di kampung,ttngga sy ky gt,tp ini tntng air hujan yg jtoh ke tmbok rmh sy. dlm islam itu hukum nya dosa,krna nabi aja melarang itu..udh di nshtin scra lembut,ga nyadar.di sindir pun ttp aja kaya gt…bhkn dia lbih mrah dri kita.maklum dia okb(org kaya baru)..mlah dia bw SARA…
    Ke rt pun ga mempan..itu tindak lnjt nya gmn pak?

  19. zakyfaster says:

    klo diajak omong baik2 gk bisa, silakan laporkan ke polisi dg pengantar rt rw dan surat keterangan ketidaknyamanan anda. sesuai dg pasal 1.Pasal 167 KUHP 167, barang siapa yang secara sengaja melanggar hak orang lain, masuk dengan memaksa ke dalam rumah atau ke ruangan yang tertutup, atau pe­ka­rangan yang dipakai orang lain atau yang tidak memiliki haknya, apabila tidak segera pergi dari situ atas per­mintaan orang yang berhak, orang tersebut dapat dihukum penjara atau denda. Jika dia mengunakan ancaman atau daya upaya yang dapat me­nakuti, maka dihukum pen­jara selama-lamanya satu tahun empat bulan.

  20. haryo says:

    Pejabat dimana tetanggganya, pasti punya atasan..laporkan saja ke atasannya atau Kepatuhan Internal/Inspektorat ..bisa lewat telepon/email atau surat..dijamin tokcer..jangan lupa tembuskan ke KPK…

  21. ronald says:

    Baretttttt aja kalau dikasih tau secara manusia gak mempan pakai hukum rimba aja, biasanya ribut2 dulu nah nanti urusan lsng tuh di bawa kepolisi bikin deh surat perjanjian diatas materai yg menguntungkan ke 2 belah pihak problem solved, kalau mesti lapor dulu abis duit abis waktu, org yg motor atau mobil hilang aja kadang enggan melapor soalnya barang gak kembali duit abis

  22. wyuliandari says:

    Ini masalah klasik buat saya. Bedanya, depan rumah saya bukan pejabat dan mobilnya juga cuman 1 dan space lahannya sebenernya cukup kalo emang dia mau bikin garasi.

    Tapi ya begitu itu, lapor RT juga gak ada solusi. Akhirnya kami yang jadi jaraaaaang banget pake mobil. Kalo gak penting2 amat ya kami pakai motor aja, biar keluarnya gampang. Ya…hikmahnya duit bbm jadi irit. etapi gondok juga ya,lama-lama. wkwkwk

  23. Pingback: Mobil Tetangga Menutupi Rumah Orang Lain | Every Thing I Want To Know

  24. agien says:

    Saya termasuk yg mengalami seperti itu, tetangga saya sebelah banget punya 3 mobil, tapi syukurnya saya termasuk orang yg jam kerjanya fleksibel sehingga ketika saya pergi kerja sekitar jam 8an… mobil2 yang dipunyai tetangga sudah pada pergi…

  25. jono says:

    jejerin pot bunga/drum ditempat dia biasa parkir. biasanya ini berhasil.

  26. anonim says:

    kalo di kampung saya ada kejadian yang mirip2 tapi bukan mobil melainkan gerobak dagang. parahnya kadang sampah2 dr sisa aktifitas dia kadang dibuang sembarangan.
    kadang ada sebagian masyarakat yg kurang peka / tidak bisa saling menghormati.

  27. husein says:

    lain kali parkir duluan ditempat depan rumah gan hha

  28. lumayan intermezzo… ikutan senyam senyum om :)…

  29. uphie says:

    nah,,kalo tetangga saya lebih lucu,,, dengan alasan utk kepentingan umum, dia minta si A pemilik pekarangan untuk menghibahkan 1m x 15 m lahannya untuk pelebaran jalan kampung,, padahal mah intinya biar mobil tetangga saya itu bisa lewat itu jalanan,dan kontrakan dia jadi laku,,eheheheee….
    dan alhamdulillah,, si A pemilik pekarangan ikhlas,,,(untung ikhlas ya,, coba kalo endak,, gak slamet dunia akherat tu tetangga,,,xixixiiii..)

  30. anie says:

    Parkir depan pintu gerbang rumahnya aja, biar sekalian dia gk bisa kemana2…Hal itu pernah aq lakukan dan ampuh sampe sekarang hehehe…

  31. Hartono says:

    Sudah betul konsul / cuhat di media sosial spt ini, sebisa mungkin, foto atau video-kan.. kalo laporannya mentok di pejabat RT dst,Maka permalukan aja di media sosial2 yang ada… #malu

  32. lastie says:

    Kasus seperti ini memang seringkali terjadi, seharusnya kita harus menyadari benar apakah kita termasuk golongan seperti yg disebutkan diatas atau tidak itu tercermin dari sikap dan perbuatan kita dilingkungan terdekat kita yaitu lingkungan tetangga/RT/RW
    yuk.. kita bangunlagi sikap toleransi dan budaya malu jika kita menyebabkan ketidak tentraman dilingkungan kita

  33. Debby Meliana says:

    Wah saya jadi curcol juga nih. Punya tetangga yang naruh tong sampah, 2 biji lagi tongnya persis di depan rumah kontrakan saya. Udah naruh sampah juga berantakan, jadi kucing2 suka berantakin sampahnya. Maklum mereka juga pemakan ikan yang aktif, jadi limbahnya dibuang begitu saja tanpa dirapiin. Berhubung rumahnya 2 lantai, sering buang sampah lempar langsung dari lantai 2, syukur-syukur sampahnya tepat masuk tempat sampah. Seringnya malah berceceran. Pernah saya ingatkan tentang sampahnya, malah dianya ngamuk-ngamuk. Saya negur, malah ngata-ngatain saya, cuma ngontrak aja belagu. Tetangga biasanya menghindari berkonflik dengan si bapak ini. Maklum militer. RT juga sudah tidak berani menegur. Tetangga-tetangga juga memilih mendiamkan saja, karena si bapak ini seringkali menembakkan senjatanya ke atas dari lantai 2 nya ( kalau ini pengakuan tetangga yang lain, yang menasihati supaya bersabar aja) Mungkin nakut-nakutin tetangga kali ya. Waktu saya negor, besok paginya sampahnya langsung ditendang hingga bertebaran di depan rumah saya, saya diamkan. Akhirnya setelah 3 hari, istrinya ngalah buat bersihin. Memang tetangga yang tidak pengertian bikin makan hati. Tapi bagi saya hukum karma masih ada. Dan Sang Pencipta tidak sedang tidur. Ada karma buat orang-orang yang suka merugikan, “menindas” hak orang lain.

  34. Tapi nanti kan susahnya kalau udah lapor polisi malah g tetram kehidupan bertetangganya.
    Gimana tu ya

  35. eko says:

    Mohon sarannya yah bpk dan ibu yg terhormat. Saya tinggal disebrang pasar. Trotoar didpn rmh sebenarnya cukup luas, jd sebenarnya cukup nyaman untuk mengeluarkan mobil dari rmh. Tetapi trotoar ini dijadikan tempat parkir oleh preman terorganisasi yg. Dibackingi oleh oknum polisi. Kita mau taruh kendaraan didpn rmh sendiri sangat susah, bahkan kita hrs bayar. Apa yg kita hrs lakukan? Trima kasih sarannya

  36. ervan says:

    Hampir sama.nih.
    Pernah lagi ada.acara keluarga, mobil saudara disuruh dipindah, emosi nih,…Gara2 ada mobil (berbayar oleh oknum) mau parkir.
    Trus, setiap hari pagi, mobil parkir berbaris…kadang2 gas di-geber’ karena udh ngetem lama.
    Nah yg markir itu tetangga jauhh pula…
    Pusiuinnngggggg…

  37. margaretha says:

    Hmmmm…… ini memang bagus sih jawabannya. Tapi ga kena untuk situasi di indonesia, yg notabene “buta hukum” dan hukum “murah harganya” buat para pejabat dan aparat….
    Jd percuma kayaknya dijabarin panjang2 ada pasal sekian2 dr UUD…. Ga membantu jg memecahkan masalah jadinya :'(

  38. Sukma says:

    Klo di tempatku lain lagi. Yg punya rumah yg bikin garasi, tetangga yg nempatin. Pake menuh-menuhin halaman lagi, krn bukan cuma parkir mobil, tp beberapa motor jg. Kebetulan memang ga ada pagarnya. Jd tetangga bebas keluar masuk. Mau pake pagar, tetangga yg masuk lrong protes krn space buat jalan ke lorong jd sempit dan susah masuk. Pdhl jalanan masuk lorong juga tanah hak milik ibu yg punya rumah. Krn berbaik hati aja sampe dulu ngasih tanahnya buat jalanan masuk

  39. geng ronggeng says:

    Setelah baca dari atas kesimpulan sy pribadi adalah…. daripada sakit hati, makan hati, bersabar tiap saat bikin mangkel…. solusinya adalah lakukan hal yg sama smp tetangganya sadar. Hehe… hati puas jiwa sehat krn ga sakit hati.

  40. m.taufik says:

    pejabat sekarang ga ada otak. dikira dia itu raja, lebih parah dari yahudi yahudi!

  41. Willy says:

    Mirip dengan kondisi saya, tetangga depan rmh punya 2 mobil, garasi cm muat 1 mbl, 1 mbl parkir depan rumah, awal2 sabar, kadang nunggu dia pergi baru kita pergi, atau berharap dia cepet pindah rumah, tapi lama2 gerah juga dgn sikapnya, di beri tahu lisan baik2 sudah berulang kali, puncak nya suatu mlm ketika sy pulang larut mlm sekitar jam 12, mobilny menghalangi jalur masuk ke rumah, langsung saja tanpa basa basi sy gedor tuh runahnya, teriak panggil orangnya dgn suara keras, kebetulan org nya sudah tdr, jd bagus utk pelajaran utk dia, semenjak itu tetangga jauh lbh waras klo parkir mbl, dia parkir di ujung jln yg buntu, kebetulang yg ujung masih tanah kosong. Jadi kesimpulannya ada org yg bs di ajak bicara baik2, ada jg yg perlu aga keras, sebagian kecil lg mungkin harus pakai jalur hukum, sebagian lg mungkjn harus pakai bogem. Kidding..peace:-)

  42. Mas JP says:

    Pengalam saya yg tinggal indekost. Jalan depan rumah emang sempit yang cukup hanya 2 org (gang senggol). ada tetangga yg memiliki Motor diparkir depan rumah, awalnya saya biasa saja karena org baru. namun suatu hari dia teriak2 karena mw parkir, padahal di jalan itu sudah ada motor kami yg tinggal indekost. awalnya kami mengalah, namun lama kelamaan makin nglunjak. akhirnya kami pun berontak, rame2 kami datengi tu tetangga, digeruduk istilahnya.. dia pun ngper & sampai sekrang gk berani lg parkir depan rumah. motornya juga gk tahu ditaruh dmn… ^_^
    Jadi simpel, gk perlu RT, gak Perlu Pengadilan yg malah bikin ribet, tinggal Nyali aja yg digedein.. !!

  43. mariodevan says:

    sya malah kebalik, sekarang garasi saya dua, mobil cuma satu, mungkin yg kebanyakan boil bisa sumbangkan satu ke saya hehehe

  44. elzerazi says:

    untuk sementara mobil bapak diparkir dipinggir jalan depan rumah bapak mepet dengan pagar bapak, jadi untuk masuk/keluar nggak masalah…(nggak usah masuk garasi), kalo takut kehujanan beliin cover mobil.

  45. Okay. Dasar hukum ada. Di Tempat saya tinggal, juga ada jalur yang lebarnya hanya mepet buat 2 mobil. Waktu awal2 tinggal disana, tidak ada masalah.

    Tapi setahun belakangan, orang2 tersebut memiliki mobil melebihi kapasitas garasi sehingga seperti diatas sehingga parkir pun di luar rumah, menutupi separo akses jalan sehingga membuat mobil yang ukurannya sedikit lebih besar ( seperti inova ) harus ekstra hati2, sedangkan mobil besar ( truk ) jelas tidak bisa lewat ( dimana seharusnya bisa andai tidak ada mobil yang parkir .

    Bayangkan kalau kedua sisi rumah sama2 berpikiran : “saya kan parkir mobil didepan rumah saya”, yang merupakan alasan terbodoh sehingga sama saja menutup total jalan yang ada…

    Dan lagu lama, RT nya nda berguna.

    Apa iya harus tunggu ada kebakaran atau semacamnya dan mobil pemadam kesulitan masuk untuk menyadarkan orang2 seperti itu ?

    • itulah tujuan saya post artikel ini… agar orang gak sembarangan parkir walaupun di depan rumahnya… karena kalau ada tetangga yang gak suka bisa dilaporkan dan ribet deh urusan…

  46. ikh1an says:

    Pageri’in aja halaman nya gan

  47. aaalllvvviiinnn says:

    mirip nih kasusnya sama saya om. Rumah saya kebetulan 2 dan seberangan. Nah ada 1 tetangga baru ngontrak di sebelah rumah. Rumah dia muat masukin mobil jazz, tapi tuh mobil suka ditaruh di luar rumah karena alesannya sering bolak balik.
    Lebar gang cuma muat untuk 2 mobil. Kalau dia taruh mobil di depan rumah dia, saya ga masalah karena dia tinggal di sebelah saya. Yang jd masalah, tuh tetangga taruh mobil di depan rumah saya yg seberang (rumah cuma untuk garasi dan jd gudang saja. Otomatis, kalau saya pulang mau masukin mobil ke rumah jd harus tunggu orangnya geserin mobil. Sudah pernah ditegur baik-baik anaknya (yang sering naik mobil), eh bapaknya dateng nyamperin saya pake ngomel-ngomel bilang saya ngerti bertetangga atau engga -__-
    Yang lebih bikin senep, dia bilang Pak RT saja taruh mobil di situ gpp. Sedangkan orang yg dimaksud itu posisinya sudah bukan RT. Dan sebelumnya sudah pernah saya tegur untuk tidak taruh mobil di depan rumah. Ujungnya sih ga pernah taruh mobil di depan rumah saya lg, tapi suka ada jemuran yang gede gitu di depan pintu seberang, karena kesel pernah saya sundul tuh jemuran pas masukin mobil (kena bumper belakang civic, untung bumper plastik). Lusanya sih sudah ga ada jemuran di depan rumah om. hehehe
    Menurut saya kadang harus ngomong pahit deh ke orangnya langsung om supaya bisa ngerti. Dan pengalaman saya, terlalu sering sabar ga sehat buat kesehatan om. Mendingan dibuang uneg-unegnya langsung ke orangnya atau boleh coba saran di atas yg taruh mobil om di depan rumah om sebelum mereka parkir. Jd biar orang ga bisa lewat kalo dia parkir di depan rumahnya. hehehe.
    Untuk sekarang sih sudah pindah tetangga yg rese itu, digantiin sama tetangga yang ga rese (untungnya :D).

  48. Gomik says:

    Kalau melihat penjelasan kasusnya kayanya orang seperti itu mau enaknya sendiri, maka cocoknya adalah dibom molotov saja.

  49. Mosie says:

    Sebenarnya permasalahan seperti itu, sebisa mungkin diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak dibawa ke ranah hukum. Untuk itulah ada orang yang menjadi Ketua RT/RW, yang setidaknya dapat menjadi penengah. Akan tetapi terkadang ada kasus, dimana orang lain tidak mempunyai rasa “ewuh pakewuh”.

    Banyak orang yang membangun rumahnya tanpa memikirkan lahan parkir bagi diri mereka sendiri, alias dibangun mepet banget dengan jalan. Tentunya rumah tersebut berada di kampung yang jalannya cukup sempit. Selain itu kampung yang ada banyak kos-kos’an, terutama yang ngekos banyak yang punya mobil, terkadang juga tidak tertib dalam memarkir mobilnya. Apalagi pada waktu malam hari, mau jalan saja serasa kayak reli mobil di pegunungan saja. Harus belok-belok untuk menghindari mobil yang parkir di kiri dan kanan.

    Ada juga orang yang bertamu ke rumah tetangga anda atau saudara mereka datang dan menggunakan mobil, dan ternyata tetangga anda tidak punya lahan parkir, sehingga parkir di tempat anda yang memiliki lahan parkir di depan rumah anda. Mungkin parkir mereka tidak mengganggu lalu-lalang anda untuk keluar masuk rumah, akan tetapi terkadang menjengkelkan juga apabila mereka parkirnya bisa seharian, apalagi tanpa meminta ijin dari anda yang empunya rumah.

    Kesopanan, tenggang rasa, menghormati hak orang lain sepertinya sudah mulai pudar di Indonesia ini. Bahkan hingga pejabat yang seharusnya dapat memberikan contoh, malah menjadi biang keladi masalah.

    Menurut saya, solusi untuk permasalahan anda:

    Apabila di daerah kampung anda ada pertemuan rutin RT/RW bisa mengangkat permasalahan tersebut untuk dicari jalan keluarnya. Atau mengajukan aturan yang disepakati bersama untuk satu kampung mengenai penyediaan lahan parkir bagi dirinya sendiri.

    Kalau mau yang cukup ekstrem, ya… desak pemerintah (kalau tidak bisa pemerintah pusat, ya pemda dulu saja…) untuk buat aturan yang lebih ketat mengenai kendaraan pribadi, parkiran kendaraan terutama untuk kampung yang jalannya sempit, dan aturan dalam membuat rumah.

    Selain itu mungkin bikin efek jera kepada orang yang parkir sembarangan dan merugikan anda patut dicoba. Contoh caranya: menggembosi bannya atau membuat mobil tersebut susah keluar dari tempatnya parkir (menaruh sesuatu yang menghalangi mobil tersebut bergerak). Pokoknya sebisa mungkin jangan sampai merusak.

    • mantap saran dan masukannya bro… makasih yah…

    • eroll says:

      Lah justru kalo digembosin ato menaruh sesuatu malah kita yang melanggar hukum. yang paling bener adalah bilang pak RT, tapi kalo masih mbandel ya lewat hukum lebih meyakinkan daripada desak-desak pemda apalagi ngisengin pemilik mobil….

      • Anonymous says:

        Setuju bgt.
        Udah bener ada mekanisme nya dgn undang2 perdata, kenapa malah jadi ribet bgt.
        Toh tetangga itu udh ditegur baik2, oleh yg bersangkutan maupun oleh ketua RT/RW.
        Koq malah menyarankan gembosin ban org yak???
        Terus kl malah dituntut balik krn merusak barang orang lain gmn??
        Satu hal kl yg digembosin markir sembarangan, tapi soal lain kl dia tuntut dgn pasal perusakan.
        Malah jatuhnya sama2 kena pasal.
        Menegur orang bukan berarti membuat diri sendiri terkena masalah pada akhirnya.

    • Saya lebih memilih mengalah pak, jadi saya sewa lahan di luar komplek yang tidak jauh dari rumah saya sekaligus saya jadikan usaha rak minimarket, daripada ribut sama tetangga gak enak juga

  50. anonim says:

    kok pejabat pemerintah gitu.. hmm.. keceber..

  51. junioranger says:

    Kalau kasus tanaman kelapa tetangga yg mepet rumah saya, dan sering jatuhin atap rumah saya, itu ada dasar hukumnya ga?
    dibeli buat ditebang ngga boleh, “rumah sama pohon duluan pohonnya kali,” gitu jawabannya yg punya. 🙁

  52. si centong says:

    Reblogged this on The (Social) Observer.

  53. dinda says:

    Tetangga persis depan saya, punya 2 rumah dan 3 mobil. Ketika rumah sebelahnya dia beli dan direnovasi dari nol, dia slalu parkir persis depan rumahku sehingga menghalangi pintu kecil kluar masukku dan susah utk nyiram pot2 bunga di depan.awalnya sy berusaha maklum krn mikir dia sdng bangun rumah.tp ternyata mobilnya yg nomer 3 itu bukakn cuma markir tapi Ngetem berhari2 berminggu2 hingga berbulan2.saya sndiri jd gak bisa markir dihalaman sendiri krn udah ada mobilnya. Dia gak pernah ijin or basa basi sama skali utk parkir dipekarangan saya.tetangga depan pernah bilang sudah 13 thn tinggal dikomplek ini dibanding saya yg baru

    5thnan.istrinya kerja di bank swasta dan suaminya konsultanbyg sering keluar negeri.sementara saya hanya tinggal dgn ibu yg sudah berumur 70thn.dan rumah kami sederhana dgn 1 mobil yg sejuta umat itu..tp alhamdulilah walau tetangga depan hanya memandang sebelah mata pd kluarga kami dan terlalu arogan utk permisi ijin parkir ..km tidak pernah membalasnya dgn membicarakan hal ini pd tetannga lain atau sampai ke rt. Bagi saya tindakan jauh lbh kena daripada teguran.akhirkan karena tetangga depan tdk pernah memikirkan betenya saya berbulan2 tdk bisa paparkir dipekarangan sy sendiri. Sy putuskan utk taruh pot pot bunga di trotoar rumah sy sendiri and its really work. Walaupun sejak itu mereka spt membenci saya dan kluarga tentunya krn anak kemaren sore baruvtinggal 5 thn an sdh bisa mengusir halus mobil orang kaya raya yg sombong dan sudah dlm masa menjelang pensiun itu.gak enak sama org yg lebih tua tp bukan berarti bisa menindas semena2 yg muda…smoga alloh memberikannhudayahnya

    • alhamdulillah masalahnya terselesaikan ya bu…

    • Yeni says:

      Kalau di komplek saya malah terbalik. Tetangga baru yg cm ngontrak justru yg belagu, bertingkah, dan ga punya sopan santun. Lingkungan kami dengan tetangga yg paling dekat ada 4 rumah. Saya sendiri bersama 2 tetangga yg lain sudah tinggal lbh dr 20thn disitu. Nah permasalahan selalu muncul dari rumah ke4 yg notabene dikontrakan dan setiap tahun musti saja berganti org. Pemilik kontrakannya sendiri rada sableng, jd ga heran almost pengontraknyapun sableng. Buang brangkal di belakang brandgang rumah org lain, menutup saluran air got milik tetangga lain ,dll.
      Nah si tetangga ngontrak ini selalu aja bermasalah, heran deh. Dr yg suka parkir sembarangan di depan pagar tetangga, ribut2 di tengah malam buta (maklum suaranya stereo, kaya yg sengaja supaya org lain jg ikut mendengar), yg sehari 10x bisa bolak balik pakai taxi, sampai dijadikan pangkalan angkot.
      Yg paling parah yaitu taxi seringkali nabrak pot bunga yang saya taruh di dpn pekarangan trotoar sendiri. Padahal saya taruh pot bunga supaya dia tidak parkir di dpn rumah saya, eh malah ga sadar, pot bunga sya mlah diangkat dan dipindahkan supaya mobil tamunya bisa muter2 balik di dpn pagar sy. Pernah suatu kali mobilnya menabrak pagar tetangga depan saya ketika lg muter2.
      Padahal apa susahnya mobil itu berjalan mundur. Gada 20m kok. Dan bukannya mutar dirumah sendiri, malah dirumah tetangga, aneh!
      Dan yg nyebelin lg, jemur baju digantung2 di pagar saya. Kalau ringan suka saya tolerir, tp lama2 jd keterlaluan, semua digantungin, dr kordern, sprei, handuk. Masalahnya kalau pagar sy roboh, dia kan sudah ga ngontrak lg disitu, saya harus minta ganti kemana? Pemilik rumah asli asti gamau tanggung jawab.
      Belum lg suka buang sampah ke got, jorok banget.

      Masalahnya sudah ditegur sekali, dianya iya2 aja, tp kenyataannya diulang2 terus. Jd cape hati kalau harus menegur terus. Dan jgn tanya soal RT dan satpam, krn mereka ga mau tahu soal itu. Krn di komplek saya udah luluguagua..

      Herannya tetangga ini rajin sekali mngadakan ibadah dirumahnya , tp kelaluannya minus parah.

      Setiap thn kami harus berjuang mengatasi tetangga baru yg mengontrak. Syukur2 dpt yg saling menghargai dan tidak menggnggu satu sama lain. Benar2 mental dan kesabaran kami diuji tiap tahunnya.

      Jadi saya sangat heran kalau liat cerita teman2 disini yg notabene penghuni baru tp ditindas oleh penghuni lama, soalnya kalo di tempat saya kebalikannya yg terjadi hehehe…

  54. Kent Tan says:

    Kalo tempat ibadah yg buka speaker yg keras-keras di dalam komplek perumahan gmn ?

  55. yusuf says:

    Klo pohonnya ga mw dibeli untuk ditebang, kita beli orangnya untuk ditebang. Hihi

  56. Social Preneur says:

    Bagaimana kalau lorong atau gang yang sebelum nya milik umum dan digunakan untuk kepentingan bersama tiba-tiba menjadi milik orang lain dan dipergunakan untuk kepentingan pribadi ? Bagaimana legalitas hukum nya ?

  57. sprei says:

    diajak bicara baik baik aja

  58. thekop says:

    Mohon petunjuk nya, kalau ada kasus hampir mirip spt cerita diatas, hanya beda nya tetangga saya punya peliharaan yg sering membuat kebisingan pada jam istirahat. Kalau spt ini gmn ya

  59. Social Preneur says:

    Itu pernah terjadi di daerah saya, sebelumnya0 lorong itu adalah milik umum tapi karena ada kongkalikong dengan oknum setempat tiba-tiba saja lorong atau tanah umum yang biasa digunakan bersama menjadi milik Individu. Saya sendiri merasa terampas hak saya karena saya selalu lalu lalang dilorong tersebut dan lorong tersebut berdempetan dengan ruko rumah saya. Kemana saya harus komplaint ? Apakah legal pemilikan secara diam-diam tanpa melalui proses lelang ? terima kasih.

    • sebaiknya didiskusikan dengan RT/RW/Lurah setempat

      • Social Preneur says:

        Dulu sempet dilapor sampai ke level Camat, Tapi saya juga bingung Pak Camat seolah-olah membela dia loh. Alasannya ditutup karena keamanan. Loh kalau untuk keamanan kenapa digunakan untuk kepentingan pribadi saya tanya ke Camat nya?Sampai sekarang jg lorong itu ditutup dan digunakan untuk kepentingan pribadi. Sudah ada 2 lorong kejadiannya sama. Ada kongkalikong dengan oknum pejabat setempat. Apakah BPN berani menerbitkan sertifikat tanah lorong tersebut ?

        • Menurut saya jika masalah tersebut sangat mengganggu anda sebaiknya anda konsultasi dengan ahli hukum sehingga anda mendapatkan saran yang lebih baik untuk melangkah selanjutnya… semoga berhasil pak…

  60. boleh saja om kalau memungkinkan.

  61. juan says:

    Saya mau tanya hukum memagar rumah di rumah cluster gmn? Saya kemallingan di perumahan baru yg dlm iklannya cluster security 24 jam. Pihak pengembang tidak tanggung jawab dan tidak serius mengungkap pencurian tsb. Krn masih dlm lingkupan proyek pembangunan perumahaan. Sudah kapor polisi jg tp tidak serius ditangani.

  62. aryohags says:

    dijotos aja klo udah diajak ngomong baik2 tapi malah gak terima..hehe

  63. fvndi says:

    wah ini kejadian jg ni sama ane..tetangga kanan..garasi 1 mobil 3..masih ok selama ga parkir di depan rumah ane..yg nyebelin..jemuran baju nya sampe ke rmh ane gr2 ada mobil di carport nya soale rumah nya uda dibangun full belakang nya..mo keluarin mobil kudu mefet2 ato kalo nyadar itu tetangga geser sendiri..tetangga kiri..ini lebih ngeselin lagi..ga punya mobil..tapi ini rumah 1 1 nya di cluster yg punya pohon bambu..yg katanya pohon hoki..n tau sendiri ujung2 nya..itu sampah dari pohon sampe pohon nya setinggi rumah 2 lantai masuk ke rumah ane..and solusi nya ane jual dah tu rumah..uda banjir2 juga..da ga nyaman sm tetangga nya..silahkan cari dah tu cluster navara..sampe sekarang msh dongkolllll..

  64. angiegaby says:

    Kalau sudah diajak bicara baik-baik tidak mau mengerti, lalu dibicarakan bersama Pak RT juga tidak mau mengerti. Doakan aja Pak, semoga lekas bertobat …. dan semoga juga mobilnya bukan hasil korupsi.

  65. Pingback: Pengakuan Mengejutkan Mantan Karyawan KFC | Sing Indo

  66. frans says:

    pernah kejadian juga di depan rumah saya.. tetangga depan rumah kedatangan banyak tamu, jadi mobil mereka diparkir di depan rumah saya, dan kurang ajarnya, ada 1 mobil yg setngah badannya nutupin pagar, jadi mobil saya ga bisa keluar.. sudah panggil2 tetangga, tapi yg punya mobil ga mau keluar juga..
    mumpung sudah sore, waktunya siram2 tanaman.
    saya siram tanaman. dan airnya kena di sisi mobil yang dempet dengan tanaman saya..

    bbrp jam kemudian, yg punya mobil ketok2 pagar rumah saya, manggil saya, tanya sambil emosi kenapa mobilnya dibasahi.. oh iya, waktu itu tetangga kanan saya sedang bangun2 rumah.. mobil basah + debu bangunan = mobilnya kotor sebelah..
    saya bilang aja, “kamu kok melarang saya siram tanaman? kalo ga mau basah ya jangan ditaroh didepan rumah saya.. mobilmu juga nutupin pagar rumah saya jadisaya ga bisa keluar.. kamu hargai saya, saya hargai kamu.. kamu gak hargai saya, saya gak hargai kamu”
    dia yg emosi bilang, “ya kamu keluar rumah lah, ada selang, siram dari luar.. jangan malas2”
    saya keluar sambil bawa selang, terus nyiiram tanaman, eh mobil dia, sambil bilang “nah tahu sendiri kan kenapa saya dari dalam nyiram? kalo dari luar yg saya sirami itu mobilmu, bukan tanaman saya” *sekalian mau bikin dia emosi niatnya.. kalo dia ngajak berantem ya ayok saya ladenin*
    Pak RW yang rumahnya di sebelah kiri saya ikut keluar karena denger rame2.. yang lucu, tamu tetangga ngadu ke dia, nyalah2in saya, balik ditegur sama beliau, “kamu ijin dulu harusnya. kamu tamu, pendidikanmu tinggi kan? bukan supir kan kamu? kalo ga mau dibasahi, parkir di ujung sana ada tanah kosong.. atau kamu siramin tanamannya dia kalo ga mau basah mobilmu. saya tau kamu orang kaya, mobilmu mahal, tapi bukan berarti kamu bisa parkir seenaknya.. apalagi kamu gak bayar parkir.. bla bla bla”
    diceramahi panjang lebar orang ini sama Pak RW sampe nunduk dan mukanya merah

  67. Salim says:

    siapkan PYLOX kang 🙂

  68. titi siahaan says:

    Saya juga punya tetangga seperti yg dipaparkan di atas, lebih parah lagi tdk hanya mobil suami istrinya saja yang parkir di depan rumah saya, tetapi juga mobil anaknya, mantu dan tetamunya….saya sudah 3 minggu ini complain langsung ke tetangga tersebut, sempat ribut dan tetangga saya ini malah nantangin saya utnuk bawa ke pengadilan….saya bukannya takut utk menerima tantangannya ,tapi saya mau lakukan pengaduan sesuai prosedur dulu aja, yaitu lapor ke RT, kalau masih tidak ada perubahan akan lapor ke RW, lurah…nah kalau tdk ngefek juga saya akan lapor ke polisi. Pokoknya saya sdh bertekad bulat….apapun yang terjadi saya tidak mau lagi melihat mobilnya parkir di depan rumah saya! cukup 8 tahun saya dizolomi oleh tetangga yang tidak punya empati ini.

  69. hendi says:

    menyebalkan sekali ya punya tetangga seperti itu :'(

  70. Anonymous says:

    Pejabat vs rakyat biasa

  71. imam says:

    Ditempat saya juga ada tetangga yg parkir di djalan,posisi pas tikungan malah, bener bener bikin gemes…di bilangin baik baik malah katanya..ah kalo nda gitu ya nda rame ..tetangga biasa begini salah begitu salah, saya harus parkir dimana lagi,wong semua sudah jadi bangunan….dalam hati saya. Kuat beli mobil masa nda kuat bikin garasi. …sampai sekarang belum ada solusi…masih parkir di jalan

  72. Siomponk.Com says:

    waduh harus nyeret-nyeret scroll kesamping cm buat baca tulisan blog 🙁 [baca pake smartphone]
    Gini deh klo blog ndak responsive 🙁
    artikelnya bagus dan jd pengetahuan baru tentang hukum.
    sayang belum responsive blognya atau model mobile belum ada.
    salam…

  73. Siomponk.Com says:

    waduh harus nyeret-nyeret scroll kesamping cm buat baca tulisan blog 🙁 [baca pake smartphone]
    Gini deh klo blog ndak responsive 🙁
    artikelnya bagus dan jd pengetahuan baru tentang hukum.
    sayang belum responsive blognya atau model mobile belum ada.
    salam….

  74. Lyliana Thia says:

    Penjelasannya rinci sekali.. 🙂
    Alhamdulillah smpe skrg blm pernah ngalami dgn tetangga, dan smoga jgn pernah deh… 🙂

    Thanks for sharing

    Btw, nama blognya mirip punyaku 😀

  75. Anonymous says:

    Simpel kalau buat saya, hari pertama saya tempelkan info jgn parkir seenaknya, masih melakukan dihari kedua ban kempes, hari ketiga kaca udah gw pecahin wkwkwkwkk

  76. jono says:

    Kalau mau, dibuat undang2 / persyaratan bagi setiap pemilik mobil yg tidak memiliki tempat parkir pribadi (garasi atau halaman rumah) akan dikenakan bayar sewa jalan.
    Misalnya 1 mobil terkenal 500 ribu perbulan (soal jumlah bayaran lebih bagus lagi diatas 500rb).

    Hal ini dapat:
    1. membuat org berpikir 10x untuk memiliki mobil lebih dari 1 tetapi tidak memiliki tempat pribadi untuk parkir (garasi)
    2. Mengurangi jumlah kendaraan dijalan raya yg semakin padat.
    3, pendapatan pajak daerah semakin bertambah (kalo nggak di korup ini juga, hehehe)

    Itu diatas hanya contoh, masalahnya kondisi masyarakat kita mengartikan kebebasan dan merdeka itu kebablasan.

    Lihat saja bagaimana pedagang kaki lima yg seenaknya menutup trotoar jalan. Angkutan umum yg berhenti sembarangan, kafe kafe atau toko yg tidak menyediakan lahan parkir (apalagi yg ada didekat daerah perumahan)
    Jadi enggak heran giliran punya mobil lebih, parkirnya juga di jalan jalan yg menutupi dan menyulitkan tetangga.

  77. A.R says:

    kalo saya pernah dulu motornya tetangga diparkir di depan pintu garasi, saya angkat aja taruh ditengah jalan hehehe

  78. Suparli says:

    mengalami kisah yg sama nih, ada tetangga yg mobil 3 dan semuanya parkir diluar garasi (garasinya utk parkir hewan peliharaan). Lokasi parkir mobilnya jelas makan lahan tetangga yg lain. Anggota TNI (gak usah disebut TNI yg mana ya), tabiatnya provokatif, ditegur tetangga kanan-kiri soal parkir mobil dan hewan peliharaan justru dengan arogan mengajak “saya tembak atau perang sekalian saja”.
    akhirnya lingkungan sekitar cenderung cuek….

    pihak RT sudah secara persuasif maupun secara administratif mengingatkan, tapi gak mempan. Akhirnya tetangga sekitar cenderung cuek, namun menyimpan bom waktu….

    bagi pembaca komen yg anggota TNI, mohon petunjuk bagaimana cara mengingatkan tetangga yg “agak istimewa” ini….

  79. Anonymous says:

    persoalan seperti ini harusnya lebih bersifat kekeluargaan., kl hal2 kecil dikit2 dibawa keranah hukum artinya kita tidak mengenal toleransi.. yg tergangu apakah tidak pernah merasa menggangu org lain. contoh seperti kasus ini. apakah yg terganggu tdk pernah mendapatkan tamu atau saudara yg membawa mobil dan harus menginap..??? atau kegaduhan apakah tidak pernah punya hajatan. tapi memAng ada batasan didlam masyarakat. menurut saya jalan itu milik umum parkir di mana saja boleh asalkan tidak menggangu pergerakan kendaraan yg lewat atau jln keluar masuk rumah. hal ini bisa dimusyawarahkan pd pertemuan rt/rw masalahnya org kota sudah pd sibuk dan musyawarah untuk mufakat sudah dilupakan

  80. Anonymous says:

    tetangga saya rumahnya juga nggak ada garasinya tapi mobilnya tiga, tapi ybs tahu diri, dia parkir dihalamnya sendiri jadi tidak mengganggu orang lain, yang betul begitulah!

  81. De Angel Net says:

    Di beberapa pemerintah daerah itu sudah ada yang namanya peraturan gembok ban yang dilakukan dishub dan pihak kepolisian untuk parkir liar di jalan kota. Kalau memang sulit untuk dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan ya ajukan saja ke RT/RW untuk dibuat peraturan tersebut di RT/RW. Jadi siapapun yang parkir sembarangan (liar) tanpa ijin di sepanjang jalan RT/RW langsung di gembok ban. Dibuat peraturan tersebut tertulis dengan diedarkan kepada seluruh penghuni di RT/RW tersebut. Saya rasa ini bisa meningkatkan rasa tanggung jawab untuk menggunakan jalan sebagai sarana umum.

  82. Anonymous says:

    Di tempat saya malah rtnya yg kelakuan seperti itu. Saya lapor siapa ?

  83. Kalo itu lebih ke personality tetangga. Seharusnya justru sebagai pejabat memberi contoh yang baik. Jangan takut untuk menuntut hak saudara karena jalan bukanlah milik pribadi.

  84. vanchicarito says:

    Kebetulan ente sebagai tetangga, langsung aja dah masukin sosial media.

  85. Anonymous says:

    Hahahaha…tetangga gue banget tuh…dibilang berkali2x ngeyelnya segunung..babe RT angkat tangan ama tetangga yg egois macem begono…berasa pengen mbaretin libom nya yg malang melintang…gregetan…

  86. roy says:

    Susah amat 4 ban kasih kempes. Caranya buka penutup pentil isi batu kecil, lalu tutup ulang. PUTAR sampai rapat. 1 sampai 2 jam pasti pelak rata tanah. Lakukan dalam 1 menit, tidak meninggalkan bukti. Silahkan di coba tips ini.

  87. Anonymous says:

    Kalo di saya, kejadiannya banyakan di halaman parkir kantor, suka dipakai parkir orang lain, yg ga ijin. Jd masalah saat harus tutup kantor jam 4 sore, tp si empunya mobil ga tau ada di mana…. kita harus cari2 ke semua tetangga, ke gang dll. Itupun kalau ketemu, diminta utk pindahin mobil suka ga mau…. bilangnya saya lg bertamu, nanti aja…..
    Enaknya sendiri….ga mikirin org yg ga bs pulang dr kantor, krn dia lg bertamu. Kalau udah gitu, pengen rasanya tak gembok pagarnya, biarin aja dia pulang naik umum…..

  88. Wida says:

    Bagaimana hukumnya jika kita parkir di suatu Lahan parkir dimana di dpn nya ada kantor spt bank dan kantor lainnya, sementara kita tdk datang ke kantor atau bank tsb. Hanya ingin makan di sebelah kantor tadi. Apakah pihak kantor atau bank tadi berhak mengusir kita?

  89. Anonymous says:

    Kalau depan rumah kita sering diparkirin mobil yang kita tidak kenal bagaimana yah? Karena depan rumah saya cukup luas , sehingga tidak mengganggu jalan . Jadi Saya coba parkir mobil saya di depan rumah saya, ehh … malah dapat teguran secara tertulis dari lurah . Padahal saya mobil yang saya parkir di depan rumah , dan bukan di jalan yang bisa menyebabkan kemacetan. Apa pendapat saudara-saudara?

  90. ruddy says:

    Lha kalo tetangga parkir di jalan mengganggu , ya sekali-sekali di duluin saja parkir dijalan. jadinya dia juga ngerasain rasanya terganggu itu gimana.

  91. edward pangidoan siregar says:

    Dari penjelasan diatas, didapat hypotesa bahwa ;
    1. tetangga anda adalah pejabat yang notabene mengerti hukum, sehingga tidak perlu membahas hukum dng ybs, krna ybs pasti punya 1000 cara untuk mangangkangi dan membeli hukum
    2. tetangga anda memiliki tingkat perekonomian diatas anda. Tidak jelas hasil halal atau korupsi, yg pasti mobilnya lebih berkelas dari pafa mobil anda.
    Yang harus anda lakukan adalah :
    1. mencari tahu daerah asal ybs.
    2. mencari dan/atau meminjam mobil butut, yang sesuai dengan kemampuan anda untuk mengganti kerusakan
    3. anda harus punys nyali untuk menabrakkan mobil tsb ke mobil tetangga anda yg diparkir menghalangi mobil anda.
    (sekali lagi pastikan tetangga anda tsb bukan dari daerah yang dikenal ber karakter kasar, atau dari keluarga hula2 anda, yg harus di hormati secara adat, jika anda dari etnis Batak) dan pastikan tetangga anda tsb, tidak lebih wangar dari anda.
    Selamat mencoba

    • Raisa says:

      Klo parkirnya di depan rumah sendiri gmn? Masalahnya rumahnya pas persis di pojokan, jadi nyusahin orang yang mau belok, mobil ayah sampe kadang baret2 klo selebor dikit, banyak tetangga yg ngeluh, sudah pernah ditegur ada yg saking keselnya ikut2an markirin mobil disebelahnya biar gbs lewat sekalian, tapi g ngefek, tetep aja markir mobil baik2

  92. andi says:

    Saya juga pernah bermasalah dgn parkir, komplek sy pendatang/bukan penduduk pribumi yang punya rumah ukuran standar sama sama saya tapi mobil bisa 3 atau 4. Ada yang 1 mobil tapi tetap parkir diluar atau klo ada kesempatan curi2 parkir di depan rumah saya. Garasi sy pakai utk parkir mobil. Sedangkan garasi si “aseng-aseng” itulah sy sebut namanya itu dia pakai buat barang2, kandang anjinglah. RT/rw nya juga sama, pengecut atau krn satu bangsa dengan dia. Yah ngga ada cara lain, krn keseringan parkir karena sy diamkan terpaksa saya maki2, bahkan pernah saya samperin ke rumah dia, dasarnya memang pengecut ya, langsung deh ciut nyalinya. Jadi intinya orang2 spt ini jangan dikasi kesempatan dari awal buat parkir di depan rumah kita, krn klo dikasi sekali pasti ketagihan.

    • Bukan bangsa-T says:

      Bukannya bangsa lu juga sama ama bangsanya si Aseng? Apa sebenarnya elu bangsa-T?? Gw plg sebel ama anjing rasis kayak elo .. sukur^ satu hari mobil lu ketutupan pas lu lagi buru^ musti bawa keluarga anjing lu ke rumah sakit .. biar berkurang anjing di dunia!!

  93. adhe says:

    Rumah saya berdampingan dengan kebun tetangga, ada 1 pohon kelapa yang letaknya berdampingan dengan tembok rumah kami yang blarak nya suka jatuh ke genteng atap rumah kami, yang sering buat pecah genteng, kami sudah bicara baik2 dengan tetangga, bahkan kami mau bayarin itu pohon kelapa biar ada ganti rugi tebang pohon kelapa, tetap si tetangga tidak mau.

    Akhirnya….kami sudah gak bisa bicara apa2 lagi, dengan tenang kami buat mati itu pohon ! kami siram pakai minyak tanah dan oli, kan si tetangga gak kontrol kebunnya, kami hanya matikan satu pohon kelapa saja yang selalu merusak genteng kami, apalagi kalau sudah musim hujan bocor abis rumah kami. Lama kelamaan itu p[ohon mati sendiri……dan blaraknya tidak ada lagi….berees kan…. ngadepin tetangga ngeyel emang harus pakai cara “just do it not talking only”.

  94. ciptadi says:

    soyogyanya permasalahan parkir mobil ygmenutupi rumah dapat dicarikan solusinya dg cara kekeluargaan terlebih dahulu dgmelibatkah Pengurus Rt atau Rw bila perlu kelurahan dengan cara diusulkan Peraturan larangan parkir di jalan RT, RW atau kelurahan mencarikan/-menyediakan Lokasi parkir yg tidak mengganggu kepentingan bersama bila perlu parkir berbayar. demikian terima kasih

  95. fran says:

    saya mau tanya saya punya usaha karaoke famili yg lokasi parkirannya kurang luas.di tempat usaha ada tetangga saya yang selalu mengempesin ban mtr pengunjung karaoke.dia bilang mengganggu akses jalan keluar masuk rmhnya padahal pengunjung saya parkir gak menutupi akses jalan keluar masuk rmhnya.cuma didepan rmhnya dan gak masuk pagar rmhnya.ada solusinya gak padahal saya udh bilang klw ada mtr yg ganggu akses jalan msk rmhnya bilang saya nti saya geser tp gak ditanggapi malahan ban motor pengunjung karaoke saya dikempesin gmana solusinya tolong dibantu

  96. rak minimarket says:

    menurut saya sih pindah rumah, pindah toko, dan beli rak di toko

  97. Udin petot says:

    naikin lagi nih postingan 2014 bulan agustus
    biar rame terus……
    saya benci tetangga yang parkir seenak jidat…
    kempesin ban bukan solusi. ujung-ujungnya ribut antar warga
    yang paling pas itu… dikolong mobil dipasang bom berikut timer.
    kalau mobil nyala bom langsung aktif, diberi timer setengah jam….
    meledak lah tuh mobil setelah jauh dari rumah kita…

Leave a Reply

Your email address will not be published.