Salah Kaprah Penggunaan Lampu Hazard

Tidak bisa dipungkiri kalau selama ini para pengendara sering salah kaprah terkait fungsi lampu hazard. Terkadang, pengendara menggunakannya ketika hujan deras atau berkabut. Padahal, lampu hazard adalah lampu yang hanya digunakan ketika darurat saja.

lampu hazard

Kepolisian pun memberi penjelasan terkait hal ini. Di akun Facebook resminya, Divisi Humas Polri menjelaskan kalau Hazard Lamp (lampu darurat) atau biasa disebut lampu hazard adalah lampu yang hidup bersamaan ketika tombol hazard (bergambar segitiga merah) ditekan.

Tombol-Hazard

Lampu darurat ini berfungsi sebagai penanda keadaan darurat yang dialami oleh pengemudi kendaraan tersebut.

800px-Hazard

Hal ini tertulis dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang menyatakan :

“Setiap Pengemudi Kendaraan Bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau Parkir dalam keadaan darurat di Jalan”.

Yang dimaksud dengan “isyarat lain” antara lain lampu darurat dan senter.

Yang dimaksud dengan “keadaan darurat” adalah Kendaraan dalam keadaan mogok, Kecelakaan Lalu Lintas, dan mengganti ban.

Namun untuk menjadi perhatian bagi para pengemudi, terdapat kebiasaan yang menyalahgunakan fungsi dari Lampu Hazard. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Menggunakan saat hujan. Menggunakan saat hujan hanya membingungkan pengemudi dibelakang karena saat lampu hazard dinyalakan, Lampu Sein tidak berfungsi karena tertutup oleh lampu hazard. Anda cukup berhati-hati saja saat hujan atau dengan menghidupkan lampu utama.
  2. Menggunakan saat memberi tanda lurus di persimpangan. Menggunakan saat bergerak lurus tidak perlu karena dengan tanpa menghidupkan lampu sein berarti anda menandakan diri akan bergerak lurus kedepan.
  3. Menggunakan saat dilorong gelap. Menggunakan saat dilorong gelap tidak perlu karena tidak ada efeknya, yang ada hanya membingungkan kendaraan dibelakang. Cukup nyalakan lampu senja atau lampu utama karena lampu merah dibelakang mobil sudah menyala yang artinya memberi tanda bahwa ada mobil didepan.
  4. Menggunakan saat berkabut. Cukup menyalakan lampu kabut (FogLamp) yang berwarna kuning / lampu utama.

Dengan mengetahui hal-hal yang disebutkan diatas, diharapkan para pengguna jalan dapat lebih cerdas dalam mengemudi. Tidak mengikuti kebiasaan yang lumrah namun salah.

Sumber: Detik

Top Posts:

This entry was posted in Car and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

15 Responses to Salah Kaprah Penggunaan Lampu Hazard

  1. ndesoedisi says:

    menurut saya semua yang disebutkan diatas agar kendaraan yang lain ikut berhati-hati, tapi mungkin ya karena saya belum punya mobil :mrgreen:

  2. lap lip lap lip kaya kunang…

  3. adhyg13 says:

    ya kadang jalan biasa juga ada loh yang menyalakan hazard kaya gak mau disalip

  4. Frogz says:

    itu artinya orang tsb belum layak mengemudi di jalan raya.. atau bahkan belum layak untuk punya mobil..

  5. bowo says:

    kl mnrut saya sich, kl keadaan darurat kan sdh terjadi apa salahnya kk mnylakan lampu hazard untuk mncegah keadaan darurat itu terjdi kan ga ada salahnya tohhhh?,,, so think safety first

  6. Sangat Bermanfaat …..

  7. Pingback: The Green Blog » Honda New Sonic 150R Meluncur Agustus 2015 dan Siap Jadi Pusat Perhatian

Leave a Reply

Your email address will not be published.